Rabu, 20 Juli 2011

makalah

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Matematika adalah salah satu dasar ilmu yang sedang berkembang sangat pesat baik materi maupun kegunaannya, oleh karena itu konsep – konsep dasar Matematika harus dikuasai oleh peserta didik sejak dini, yang pada akhirnya bisa membuat peserta didik terampil dan dapat menerapkan konsep – konsep dasar matematika yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari – hari. Matematika juga salah satu bidang yang sangat penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diperlukan oleh setiap orang sebagai sarana untuk bepikir, karena matematika sangat bermanfaat serta dapat memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari – hari. Martiningsih ( 2007 : 6 )
Matematika merupakan pengetahuan yang bersifat rasional yang kebenarannya tidak bergantung pada pembuktian secara Empiris juga digunakan sebagai sarana berpikir Deduktif, kegunaannya praktis dalam kehidupan sehari – hari juga ditemukannya,dan dapat dikomunikasikan kebenaran ilmunya lewat berbagai disiplin keilmuan.sebagai mana manfaat dan fungsinya untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol – simbol, serta ketajaman penalaran yang dapat mempermudah dan memperjelas penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari – hari. Faktor – faktor yang timbul dalam penyelesaian masalah Matematika berhubungan dengan manusia dan proses penalaran. Matematika terdiri atas empat wawasan yang luas yaitu: 1. Aritmatika, 2. Geometri, 3. Aljabar, 4. Analisis.
Hudoyo ( 1994 :4 ) yang menyatakan “walaupun matematika memang dapat berdiri sendiri tanpa bantuan ilmu lain dalam perkembangannya matematika diperlukan sebagai bahan ilmu lain”. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nurdin, M (1994:4) Matematika bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari – hari dan berbagai ilmu pengetahuan .
Melihat kenyataan tersebut di atas yang menjadi sasaran adalah para pendidik, khususnya guru, umumnya siswa. Karena guru merupakan orang yang langsung terlihat dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar. Guru adalah sebagai pengelola kegiatan di kelas. Dalam pembelajaran matematika harus menggunakan metode yang tepat, yaitu menggunakan metode yang melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga kualitas hasil belajar akan lebih baik, maka dari itu penulis menyusun makalah yang berjudul “Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Metode Inkuiri pada Pokok Bahasan Pecahan”.
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan dan batasan masalahnya adalah: Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Inkuiri pada pokok Bahasan Pecahan.
Dari rumusan masalah di atas maka dijabarkan menjadi beberapa pernyataan penelitian sebagai berikut:
Apa yang dimaksud dengan Metode Inkuiri ?
Apa saja jenis – jenis model pembelajaran inkuiri ?
Bagaimana kegiatan pembelajaran Matematika dengan menggunakan Metode Inkuiri ?
Prosedur Pemecahan masalah
Prosedur pemecahan masalah yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan studi literatur dengan membahas pada Metode Inkuiri pada Pembelajaran Matematika di SD, dengan mengacu pada rumusan masalah yang sudah dikemukakan di atas. Studi litelatur dalam sebuah penelitian untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang apa yang sudah dikerjakan orang lain dan bagaimana orang mengerjakannya, kemudian seberapa berbeda penelitian yang kita lakukan. Penelitian ini digunakan untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya.dalam melakukan studi litelatur ada beberapa teknik yang dapat digunakan antara lain : 1). Crticize, 2). Contrast, 3). Compare, 4). Sumarrize, 5). Synthesize. Hasil dari teknik tersebut yang kemudian ditulis sebagai landasan teori untuk analisis penelitian yang dilakukan.

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari:
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang Masalah.
Rumusan Masalah.
Prosedur Pemecahan Masalah.
Sistematika Penulisan.
BAB II Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Pecahan dengan
Menggunakan Menggunakan Metode Inkuiri.
Pengertian dan karakteristik Metode Inkuiri
Pembelajaran Matematika Pada Pokok Bahasan Pecahan dengan Menggunakan Metode Inkuiri.
BAB III Penutup
Kesimpulan












BAB II
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA POKOK BAHASAN PECAHAN
Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan mahluk hidup belajar, sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian aatau ilmu, berubah tingkah laku, atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Sependapat dengan pernyataan diatas penulis mengemukakan bahwa pembelelajaran adalah proses pengolahan lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah berkembang daya fikir, sikap dan lain – lain.
Pengertian dan karakteristik metode inkuiri
Metode pembelajaran merupakan ilmu yang mempelajari cara – cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta di praktekan saat mengajar. Contonya dalam materi pecahan guru dapat menyajikan pembelajaran dengan strategi belajar mengajar Inkuiri.
Metode Inkuiri menurut Martiningsih ( 2007 : 7 ) Metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang aktif.
Metode Inkuiri berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peran penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan metode pembelajaran yang bervariasi.
Langkah – langkah dalam proses inkuiri adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti – bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yamng baru Martiningsih ( 2007 : 7 ).
Strategi pelaksanaan Metode Inkuiri adalah :
Guru memberikan penjelasan, intruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan.
Memberi tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa.
Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.
Resitasi untuk menanamkan fakta yang telah dipelajari sebelumnya.
Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Martiningsih ( 2007 : 7 ).
Sedangkan Metode Inkuiri menurut Suryosubroto ( 2002 : 192 ) adalah perluasan proses Discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses Inkuiri mengandung proses – proses mental yang lebih tinggi tingkatnya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan, dan sebagainya.
Metode Inkuiri memiliki karakteristik umum sebagai berikut :
Guru berusaha menstimulir siswa untuk berfikir aktif, yaitu dengan cara sebagai berikut :
Mengajukan pertanyaan – pertanyaan pikiran.
Mendorong siswa untuk membuat interprestasi, penjelasan, dan penyusunan hipotesa / pendapat.
Meminta siswa untuk mengaplikasikan prinsip – prinsip kedalam berbagai situasi.
Mendorong siswa untuk mengolah data dan informasi.
Menghadapkan siswa pada masalah, kontradiksi, implikasi, asumsi tentang nilai dan pertentangan nilai.
Guru berusaha menjaga berkembangnya suasana bebas dan mendorong siswa untuk berani mengemukakan buah fikirannya sendiri dengan cara :
Bersikap membantu dan terbuka menerima pendapat.
Mengarah pada hal – hal yang positif.
Bersedia menerima dan memeriksa / menimbang semua usaha yang diajukan oleh siswa.
Memberi semangat ringan hati dan suka memberi kunci – kunci pemecahan.
Memberi kesempatan siswa untuk berkreatif dan mandiri.
Mendorong siswa untuk berani menukar pendapat dan menganalisa pendapat serta tafsiran yang berbeda – beda.
Pengajaran Inkuiri melibatkan berbagai variasi pemecahan masalah, baik secara individual maupun kelompok.
Metode Inkuiri ini memiliki keunggulan yaitu :
Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide – ide dengan lebih baik.
Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, objektif, dan terbuka.
Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.
Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.
Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.
Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.
Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri.
Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional.
Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengkomodasi informasi.
Langkah – langkah Pembelajaran Metode Inkuiri
Menurut yatmoko ( 2010:1 ) Agar pelaksanaan metode inkuiri berjalan efektif, ada beberapa langkah yang mesti ditempuh oleh seorang guru adalah sebagai berikut :
Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya. Perumusannya harus jelas, hindari pertanyaan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah.
Dari data yamg diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis,data tersebut. Dalam hal ini bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah kearah yang hendak dituju, melalui pertanyaan, atau LKS.
Siswa menyusun konjektur ( prakiraan ) dari hasil analisis yang dilakukan.
Bila dipandang perlu konjektur yang telah dibuat siswa tersebut diperiksa oleh guru. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.
Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur sebaliknya diserahkan kepada siswa untuk menyusunnya. Di samping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur.
Sesudah siswa menemukan yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk menguji hasil penemuan.
Sedangkan menurut Sahrul ( 2009:2 )langkah – langkah dalam pembelajaran metode inkuir terdapat 5 cara yaitu sebagai berikut :
Pemberian masalah pada siswa
Hepotesis ( spesifikasi permasalahan )
Pengumpulan data
Pengolahan data untuk menjawab hipotesis yang dibuat
Pembuatan kesimpulan.
Apa bila diperhatikan langkah – langkah metode pembelajaran inkuiri diatas maka tampak bahwa proses pembelajarannya sangat bagus dan peran aktif siswa dikelaas sangat menonjol dibandingkan dengan metode pembelajaran lainnya.
Macam – macam Pembelajaran Metode Inkuiri
Seperti halnya proses pembelajaran secara langsung, dalam pembelajaran menggunakan metode inkuiri juga diperlukan tugas perencanaan, misalnya menentukan pendekatan yang tepat, memilih kelompok yang sesuai, pembentukan kelompok siswa, menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa, mengenalkan siswa pada tugas dan peranya dalam kelompok, merencanakan waktu dan tempat yang akan dipergunakan.
Seperti telah di kemukakan diatas, salah satu tugas guru dalam pembelajaran metode inkuiri ini adalah memilih jenis model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang dicapai.
Ada beberapa macam model pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri yaitu :
Guide Inquiry
Pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu suatu model pembelajaran inkuiri yang pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada siswa. Bagian perencanaannya dibuat oleh guru, siswa tidak merumuskan problem atau masalah. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing guru tidak melepas begitu saja kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Guru harus memberi pengarahan pada bimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan – kegiatan sehingga siswa berfikir lambat atu siswa yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan – kegiatan yang sedang dilaksanakan dan siswa mempunyai tinggi tingkat monopoli kegiatan oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas yang bagus. Inkuiri terbimbing biasanya digunakan terutama bagi siswa – siswa yang belum berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Pada tahap – tahap awal pengajaran diberikan bimbingan lebih banyak yaitu berupa pertanyaan – pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah tindakan – tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Pertanyaan – pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam LKS. Oleh sebab itu LKS dibuat khusus untuk membimbing siswa dalam melakukan percobaan dan menarik kesimpulan.
Modified Inquiry
Model pembelajaran inkuiri ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Disamping itu, guru merupakan nara sumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan dalam pemecahan masalah.
Free Inquiry
Pada model ini siswa harus mengidentifikasikan dan merumuskan macam problema yang dipelajari dipecahkan. Jenis model inkuiri ini lebih bebas daripada kedua jenis inkuiri sebelumnya.
Inquiry Role Approach
Model pembelajaran inkuiri pendekatan peranan ini melibatkan siswa dalam tim – tim yang masing – masing terdiri atas empat orang untuk memecahkan masalah yang diberikan. Masing – masing anggota memegang peranan yang berbeda, yaitu sebagai koordinator tim, penasihat teknis, pencatat data, dan evaluator proses.
Invitation Into Inquiry
Model inkuiri jenis ini siswa dilibatkan dalam pemecahan masalah dengan cara – cara yang lain ditempuh para ilmuan. Suatu undangan ( Invitaion ) memberikan sesuatu problema kepada para siswa dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati – hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan kalau mungkin semua kegiatan berikut : a) Merancang Eksperimen, b) Merumuskan hipotesis, c) Menentukan sebab akibat, e) Menginterprestasikan data, f) Menentukan peranan diskusi dan kesimpulan dalam merancang penelitian, g) Mengenal bagai mana kesalahan ( Eksperimental mungkin dapat dikurangi atau diperkecil.
Pictorial Riddle
Pada model ini merupakan metode mengajar yang dapat mengendangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil atau besar, gambaran peragaan, atau sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir kritis dan kreatif para siswa. Biasanya, suatu Riddle berupa gambar dipapan tulis, poster, atau diproyeksikan dari suatu transparansi, kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Riddle itu.
Synectics Lesson
Pada jenis ini memusatkan keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya supaya dapat membantu siswa dalam berfikir untuk memandang suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide – ide kreatif.
Value Clafication
Pada model pembelajaran inkuiri jenis ini siswa lebih difokuskan pada pemberian kejelasan tentang suatu tata aturan nilai – nilai pada suatu proses pembelajaran.
Tujuan dan alasan Penggunaan Pembelajaran Metode Inkuiri
Pengelolaan pembelajaran dengan metode pembelajaran inkuiri, ada empat tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukan dan memproses bahan pengajarannya.
Mengurangi ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya.
Melatih peserta didik menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya.
Memberi pengalaman belajar seumur hidup.
Adapun alasan penggunaan metode inkuiri yaitu :
Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat.
Belajar tidak hanya diperoleh dari sekolah tetapi dari lingkungan sekitar.
Melatih peserta didik untuk memiliki kesadaran sendirikebutuhan belajarnya.
Penanaman kebiasaan untuk belajar berlangsung seumur hidup.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Inkuiri
Menurut Suryobroto dalam Yatmoko ( 2002 :201:2 )Kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran inkuiri sebagai berikut :
Kelebihan Metode Inkuiri
Membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa.
Membangkitkan gairah pada siswa misalkan siswa merasakan jenuh payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang – kadang kegagalan.
Memberi kesempatan pada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuan.
Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses – proses penemuan.
Siswa terlibat langsung dalam belajar sehingga termitivasi untuk belajar.
Strategi ini berpusat pada siswa, misalkan memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai teman belajar, terutama dalam situasi penemuan yang jawabanya belum diketahui.
Kekurangan Metode Inkuiri
Dipersyaratkan keharusan ada persipan mental untuk cara belajar ini.
Pembelajaran ini kurang berhasil dalam kelas besar, misalnya sebagian waktu hilang karena membantu siswa menemukan teori – teori atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata – kata tertentu.
Harapan yang ditumpahkan pada metode ini mungkin mengecewakan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pembelajaran secara tradisional jika guru tidak menguasai pembelajaran inkuiri.
Pembelajaran Metode Inkuiri untuk Pokok Bahasan Pecahan di Kelas IV SDN Karyamukti II Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang.
Berikut ini adalah contoh pembelajaran metode inkuiri pada pelajaran matematika :
Pokok bahasan pecahan : ( pecahan dan urutanya, pengurangan pecahan, penyederhanaan pecahan, menyelesaikan masalah pecahan, penjumlahan pecahan ).
Pengetahuan Dasar
Pengertian Pecahan
Pecahan yang telah di pelejari anak ketika di SD,sebetulnya merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk a/b dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol.secara simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu dari : (1) Pecahan Biasa, (2) Pecahan Desimal, (3) Pecahan Persen, (4) Pecahan Campura.begitu pula pecahan dapat dinyatakan menurut kelas Ekuivalensi yang tak terhingga banyaknya : 1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8 =......... pecahan biasa adalah lambang bilangan yang dipergunakan untuk melambangkan bilangan pecahan dan rasio ( perbandingan ).
Menyederhanakan Pecahan
Untuk memperoleh pecahan yang paling sederhana, maka pembilang dan penyebutnya harus dibagi dengan faktor persekutan yang paling besar. Sehingga pembaginya merupkan faktor persekutuan terbesar ( FPB ) dari pembilang dan penyebutnya. Pecahan sederhana diperoleh dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB kedua bilangan tersebut.
Penjumlahan Pecahan
Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang – pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan. Penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda dilakukan denga cara mengubah bentuk pecahan lain yang senilai sehingga penyebutnya menjadi sama.
Pengurangan Pecahan
Operasi hitung pengurangan dalam pecahan mempunyai aturan serupa dengan penjumlahan dalam pecahan. Pengurangan pecahan yang penyebutnya sama dilakukan dengan mengurangkan pembilang – pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dikurangkan. Sedangkan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya harus menyamakan dulu penyebutnya dengan KPK kedua bilangan ( mencari pecahan yang senilai ), lalu kurangkan pecahan tersebut seperti pada pengurangan pecahan yang penyebutnya sama.
Kompetensi Dasar
Mengenal pecahan dan urutanya terutama letak pecahan pada garis bilangan, membandingkan dan mengurutkan pecahan.
Mampu menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan. Serta Menyederhanakan pecahan dan menyelesaikan masalah pecahan.
Hasil Belajar dan Penilaian
Siswa memahami apa itu pecahan, pengurangan dan penjumlahan pecahan.
Siswa mampu menyederhanakan pecahan dan menyelesaikan masalah pecahan.
Keterampilan Yang Diharapkan
Menggunakan teknik dan prosedur inquiry role approach
Interaksi
Memecahkan masalah
Menduga
Memahami
Menghitung
Berkomunikasi

Menggunakan teknik dan prosedur invitation into inquiry
Merancang
Merumuskan
Menentukan sebab akibat
Menginterprestasikan data
Berkomunikasi
Menyimpulkan
Teknik dan Prosedur Pelaksanaan
Menggunakan teknik dan prosedur inquiry role approach
Membentuk kelompok yang anggotanya diatas empat orang.
Guru menyajikan materi pelajaran pecahan.
Contohnya:
Guru menjelaskan dulu apa yang di maksud dengan pecahan.
Guru mencontohkan bentuk pecahan a/b dengan a dan b merupakan bilangan bulat yang tidak sama dengan nol.
Guru menjelaskan jenis –jenis pecahan 1). Pecahan biasa, 2). Pecahan desimal, 3). Pecahan persen, 4). Pecahan campuran.
Guru menjelaskan cara penyederhanaan pecahan dengan cara pembilang dan penyebutnya harus dibagi dengan faktor persekutuan yang paling besar FPB.
Guru menjelaskan cara penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang sama dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda.
Guru menjelaskan penggunaan pecahan dalam pemecahan masalah seperti pemecahan masalah dalam kehidupan sehari – hari.
Guru memberikan tugas dengan LKS untuk dikerjakan, anggota kelompok memegang peran yang berbeda, tetapi tiap anggota tetap bekerja sama dan memberi penjelasan kepada anggota kelompoknya.
Contohnya :
Tentukan pecahan paling sederhana dari 12/16
Tentukan hasil penjumlahan pecahan berikut ini
2/7 + 3/7 =
1/2 + 1/3 =
Tentukan hasil pengurangan pecahan berikut ini
3/(4 ) - 1/4 =
5/8 - 1/6 =
Ibu Ema membuat sebuah kue yang cukup besar. Kue tersebut dipotong potong menjadi 16 bagian yang sama besar. Pulang sekolah ibu Ema dan Menik masing – masing makan 2 potong kue
Berapa bagian kue yang dimakan ibu Ema dan Menik?
Berapa bagian kue yang masih tersisa?
Guru memberi pertanyaan satu dan siswa menjawab pertanyaan satu dengan saling membantu.
Pembahasan pertanyaan satu
Kesimpulan.
Menggunakan teknik dan prosedur invitation into inquiry
Membentuk kelompok yang anggotanya diatas empat orang.
Tiap orang dalam tim di beri materi pecahan dan tugas yang berbeda yang terdapat di LKS .
Tiap anggota dalam kelompok menentukan peranan diskusi dan membuat jawaban dari pertanyaan yang terdapat di LKS.
Pembahasan
Penutup.





BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
Akhirnya dalam upaya meningkatkan efektifitas pembelajaran matematika di SD, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
Pembelajaran metode inkuiri adalah merupakan salah satu metode yang mampu mengiringi peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkannya selama belajar. Metode inkuiri berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peran penting sebagai pembuat disain pengalaman belajar. Kegiatan siswa dalam pembelajaran metode inkuiri antara lain : mengikuti penjelasan guru secara aktif, menyelesaikan tugas dalam kelompok, memberikan penjelasan kepada teman sekelompoknya, merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan agar kegiatan siswa dapat berjalan dengan baik dan lancar diperlukan keterampilan khusus yaitu keterampilan yang dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi dan pembagian tugas antara anggota kelompok.
Jenis – jenis pembelajaran metode inkuiri diantaranya adalah dengan menggunakan bermacam – macam model pembelajaran seperti : guide Inquiry, Modified Inquiry, Free Inquiry, Inquiry Role Approach, Invitation Into Inquiry, Pictorial Riddle, Synectics Lesson, Value Clafication.
Inquiry role approach merupakan salah satu model pembelajaran yang sederhana, disisni siswa ditempatkan dalam kelompok belajar yang beranggotakan diatas empat orang untuk memecahkan masalah atau pertanyaan yang diberikan, masing – masing anggota memegang peran yang berbeda sehingga dalam tiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang dan rendah. Adapun model pembelajaran Invitation Into Inquiry dimana anak dilibatkan dalam pemecahan masalah dengan cara memberi problem kepada siswa melalui pertanyaan, masalah yang telah direncanakan dengan hati – hati.
Pembelajaran Metode Inkuiri untuk poko bahasan pecahan di kelas Iv berdasarkan pengalaman dilapangan, siswa dalam kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas – tugas dalam pembelajaran dengan menggunakan tehnik dan prosedur Inquiry Role Approach dan Invitation Into Inquiry. Hasil belajar yang diperoleh siswa diantaranya siswa dapat memahami pengertian pecahan dan urutanya, cara menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan pecahan, siswa juga mampu menyederhanakan dan meyelesaikan masalah pecahan, adapun keterampilan yang diperoleh, yaitu siswa dapat berinteraksi dengan kelompok dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta bertanya walaupun sedikit malu dan takut terutama bagi siswa yang lemah. Akhirnya pembelajaran metode inkuiri dapat dilaksanakan di SDN Karyamukti II walaupun dalam tahap mencoba.














DAFTAR PUSTAKA
Sahrul.2009.”Metode Inkuiri””(http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode-inkuiri.html/diakses tanggal 5 April 2011.
Sahrul.2009.”Macam–macam Model pembelajaran inkuiri”
(http://Sahrulgmail.blogspot.com/macam – macam model-pembelajaran- inkuiri-html.html/, diakses tanggal10 April 2011.
Sahrul.2009.”Metode Inkuiri”
(http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode-inkuiri.html/,diakses tanggal 15 April 2011.
Sahrul.2009.”Jenis - jenis Metode inkuiri” http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode-inkuiri_23.html/, diakses tanggal15 April 2011.
Martiningsih.2007.”Macam – macam Metode Pembelajaran” (http://martiningsih.blogspot.com/macam – macam-Metode-

Yatmoko.2007.”Metode Inkuiri dalam Pembelajaran Matematika” (http://Susilofy’s.blogspot.com/D/Metode%20Inkuiri%20Dalam% pembelajaran%20Matematika/html/, diakses tanggal 3 April 2011

pembelajaran -html/, diakses tanggal 3 April 2011.









Sahrul.2009.”Metode Inkuiri”(http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode- Inkuiri.html/ ,diakses tanggal 5 April 2011
Sahrul.2009.”Macam–macam Model pembelajaran inkuiri” (http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode-Inkuiri.html/ ,diakses tanggal 15 April 2011
Sahrul.2009.”Metode Inkuiri”(http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode- Inkuiri.html/ ,diakses tanggal 15 April 2011
Sahrul.2009.”Jenis-jenis metode inkuiri
(http://Sahrulgmail.blogspot.com/metode-inkuiri_23.html/, diakses tanggal15 April 2011.

Macccccccrtiningsih.2007.”Macam – macam Metode Pembelajaran” (http://martiningsih.blogspot.com/macam – macam-Metode-




























DAFTAR RIWAYAT HIDUP



IDENTITAS PENULIS
Nama : SAODAH
Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 13 Oktober 1963
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Dusun Peundeuy I Rt/Rw 03.08
Desa. Karyamukti
Kec. Lemahabang
Kab. Karawang

KETERANGAN KELUARGA
Nama Suami : Nurdin
Nama Anak : a. Lana Nurlaela
b. Rudi Nurdiansyah
c. Hilman Nurmansyah

Bapak / Ibu Kandung : Hasan Basri / Nasih
Bapak / Ibu Mertua : Ecin / Nesih

PENDIDIKAN
SDN Sukamerta Kecamatan Rawamerta Tahun 1976
SMPN Rawamerta Karawang Tahun 1980
SGO Karawang Tahun 1983
D2 Universitas Terbuka 1997
Tahun 2009 Tercatat sebagai Mahasiswa UPI Kampus Purwakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar